Duh.... Udah lama banget ga ngeblog. Padahal banyak hal yang ingin dishare di diary virtual ini. Tentang perjalanan rombongan sirkus (saya, pak gentur dan anak-anak) ke Bali, beberapa minggu setelah dari Yogya dan kembali ke Yogya untuk merayakan hari raya.
Masalahnya klise sih. Antara tidak punya waktu dan males. Tapi kali ini saya sempat-sempatin nulis. Kebetulan saya sedang Jaldis a.k.a perjalanan.
Yah seperti buruh pada umumnya, perjalanan dinas memang menjadi suatu yang dinantikan. Selain bisa sebentar keluar dari rutininitas, jaldis kerap dinantikan karena adanya tunjangan dinas dan beberapa privilege lainya. Bagi saya jaldis adalah momen dimana saya bisa sedikit menikmati waktu sendiri saya atau me time, meski kadang suka sedih juga kalau teringat harus ninggalin bocah di rumah. Momen dimana saya bisa ga 'ngantor' dan syukur-syukur jika tugasnya tidak padat. Kalau ternyata kerjaanya banyak, yah sami mawon (eh bener ga sih nulisnya gini).
Anyway meski happy jika dapat tugas luar kota, tapi maaf yah saya bukan tipikal buruh yang suka cari-cari jalan biar bisa jaldis, yang menurut pak Gentur "PNS banget tuh kaya gitu, cari-cari jalan habiskan duit negara buat perjalanan dinas". Masih ingat kan kejadian kementerian mana gituh yang ditugaskan membawa film-film Indonesia ke ajang International? Dimana para artis pada protes karena mereka selalu menggunakan duit dari kantong sendiri, sementara si staf kementerian yang sebenernya punya anggaran untuk mengcover para artis, tapi malah bawa keluarga mereka ke ajang tersebut?
Well saya bilang sama pak Gentur, para pemburu jaldis ini bukan hanya dilingkungan pemerintahan, di pegawai swasta juga banyak. Kadang yang bikin kesel, sebenarnya tuh buruh punya kerjaan lain yang lebih penting di kantor, tapi malah bela-belain jaldis.
Anyway, pada akhirnya, yah kita kembalikan semua ke pribadi masing-masing. Ga mau usil juga. Biar mereka tanggung sendiri resiko dan segala konsekuensinya.
No comments:
Post a Comment