Karena bosan dan ingin menyusul sang suami ke Australi, salah seorang sahabat saya memutuskan untuk berhenti kerja beberapa waktu lalu. Saat itu, tak ada fare-well party untuknya, karena memang ia tidak ingin.
Ketika bertemu di dunia maya, saya pun berinisiatif untuk mengajak hang out bareng atau sekedar dinner untuk melepas kangen. “Eh, kita makan SIPUT aja yuks,?” ajak saya waktu itu yang langsung ia sanggupi.
Maka Rabu malam kemarin, ia datang menjemput saya dan dua teman kami lainnya. Begitu sudah di dalam mobil, dengan nada penuh kegembiraan dia pun bertanya,”met, kita makan SIPUT dimana? Seneng banget deh gw, udah lama ga makan, makanan Prancis,” tukasnya antusias.
Karena merasa ada yang tidak benar, tanpa menunggu lama saya langsung berseloroh, “kok makanan Prancis sih, orang SIPUT aja.”
Namun ternyata, ia masih merasa ada yang tidak 'pas' dengan rencana kita malam itu. “Lah, kita mo makan SIPUT yang keong itu kan. Emang kita mo makan apa,?” tuturnya dengan wajah yang tentu saja, nyaris tanpa dosa. Sehingga tanpa diminta, seiisi mobil ikut tertawa terbahak-bahak.
Memang waktu chatting dulu, saya mengajak dia makan SIPUT. Tapi SIPUT yang dimaksud di sini adalah SEAFOOD, bukan SIPUT beneran. Begitu lah dunia maya, terlalu banyak distorsinya. Apalagi kalau chatting saat deadline. Jadinya, ya seperti ini. =’)
Lucunya lagi, teman saya ini sudah terlanjut bercerita pada keluarga, teman-teman kita bahkan suaminya yang di negeri Kangguru sana, bahwa kita akan makan SIPUT. “Iya met, gw juga heran… emang lo doyan SIPUT ya,?” Tanya teman saya yang lain.
Sepanjang perjalanan, kita tidak henti-hentinya tertawa. Cukup menghangatkan reuni malam itu. Terlebih, tempat makan SIPUT atau SEAFOOD yang kami tuju itu memang sangat recommended. Hmm, pertemuan mendatang, pasti lebih seru. Heuheuheu …