Monday, April 7, 2014

Perempuan Hari Ini

Sebut saja namanya Sari. Umur sekitar 33 tahun. Belum nikah dan 'belum' punya pacar. Penampilan? Yah relatif lah. Karir? Hmm.. Not bad cenderung OK. Yang jelas dia sudah bisa beli rumah sendiri dan gaji sudah dua digit.

Setiap ada kesempatan, dia selalu curhat tentang seorang yang tidak dia suka namun selalu mengejarnya. Pria itu menurut saya orang baik. Karena kebetulan saya kenal dia. Umurnya lebih muda sedikit dari Sari. Soal penampilan, jika disandingkan dengan Sari bagi saya cukup serasi kok. Tapi bagi Sari, pria itu tidak se-kasta dengan dia. Tidak hanya dari isi kantong, tapi juga isi kepala. Sari sering bercerita, bagaimana pria itu bercerita tentang sesuatu yang sudah Sari ketahui sepenuhnya.

"Yah dia kan pengen bikin lo terkesan. Wajar ajah sih," kata saya suatu hari. "Iyah, tapi dia ngasih informasi yang gw udah tau bahkan sebelum dia lahir," balas Sari, hiperbola. Hehe..

Selain pria itu, Sari juga sering bercerita tentang cinta terlarangnya dengan lelaki lain yang sudah dia pacari sekitar 3 tahun. Lelaki itu sudah beristri. Saya lupa sudah punya anak atau belum. Menurut Sari, lelaki itu tipe dia banget. Mapan, penuh kasih sayang dan pintar.

"Yah jelas lah mapan, dia kan udah bertahun-tahun kerja. Penuh kasih sayang? Yah, namanya pria beristri udah khatam lah soal ginian. Kalau pinter, itu relatif. Namanya juga orang jatuh cinta, yang dilihat yang indah-indah saja," celoteh saya waktu itu menunjukan ketidaksukaan atas pilihan Sari.

Menurut Sari, hubungan mereka sudah tahan serius. Mereka beberapa kali berlibur bareng. Hanya si lelaki belum berani menikahi Sari, dengan alasannya sang istri tidak mau dicerai. Hah.. Klise banget bukan?

Lalu saya bilang sama Sari. It's very simple. If he loves you he'll marry you without excuse. Dan seperti biasa, Sari akan mendengar saya saat itu dan akan lupa keesokan harinya.

Cerita tentang Sari ini sebenarnya tidak hanya satu. Beberapa teman ada juga yang punya kisah mirip dengannya. Saya sebenarnya tidak ada masalah. Semua orang bebas untuk memilih. Tapi mungkin teman-teman saya ini lupa, bahwa pilihan mereka akan semakin terbatas seiring dengan beranjak usia.

Anyway, apapun itu, semoga kita selalu bahagai ajah deh temans.

Mari merayakan hidup!

No comments: