Tuesday, August 31, 2010

Tentang Kita

Setiap pulang kerumah, ibu selalu pembicarakab topik yang sama dengan saya; yaitu soal tindak tanduk bapak saya yang selalu bikin dia kesel. Sebut saja soal bapak saya yang akhir-akhir ini sedang kerajingan fesbuk dan internetan. Dia bisa duduk berjam-jam di depan komputer, hingga membuat ibu saya naik pitam. "Bayangin ajah teh, ibu pak-pik-puk bebenah sendirian dia asik ajah internetan," begitu keluh ibu saya.

Itu cuma satu, masih banyak kebiasaan-kebiasaan bapak saya lainnya yang membuat ibu emosi jiwa. Kadang saking semangatnya cerita, saya suka terintimidasi dan menjadi ikut-ikutan sebal dengan bapak saya. Tapi setelah itu, yasudah.. Bagaimanapiun juga dia bapak saya.

Tanpa disadari, ternyata hal itu terjadi juga di kehidupan saya bersama suami. Banyak hal-hal, yang menurut saya 'enggak banget sih nih orang.' Kebiasaan-kebiasaan yang ketika pacaran dulu tidak pernah saya ketahui, namun kini terlihat jelas dan dia tidak merasa canggung menunjukannya.

Kadang saya merasa dibohongi. Dulu, yah ketika pacaran dulu, dia selalu memberikan service terbaik kepada saya. Kadang walaupun saya berbuat salah, selalu akhirnya dia yang minta maaf dan habis lah perkara. Kalau sekarang? Huh.. Boro-boro..

Pernah saking stressnya, saya berpikir menikah adalah hal terbodoh yang pernah saya lakukan. Lalu saya pulang dan ibu kembali mencerikan kisah yang sama berulang. Biasanya setelah itu saya akan tersenyum, mengenang rasa kesal kepada suami. Hehe.. Ada hikmahnya juga saya pulang.

Kini, 29 tahun sudah mereka bersama. Sementara saya, dua tahun saja belum genap. Toh yang namanya masalah, perbedaan tidak pernah ada ujungnya. Mau setahun, sedasarwasa tetap saja ada. Tidak mengenal waktu dan usia. Hehe.. Kok saya jadi waise gini yah? Mudah-mudahan pas berantem nanti, ingat tulisan ini. Jadi kadar keselnya bisa diturunkan menjadi sebuah pemakluman.

Yah.. Begitu lah. Hmm.. Deg-degan, nanti kita mau berantem soal apa lagi yah? Haha..

No comments: