Wednesday, October 14, 2015

Gerangan Cinta

Pagi ini sesaat setelah menyalakan komputer, saya memutar lagu Gerangan Cinta yang dibawakan secara apik oleh grup musik Java Jive. Hayooo ngacung, siapa yang masih ingat lagu ini? Hehe.. ketauan deh angkatan berapa.

Entah kenapa lagu ini langsung mengirim saya di masa-masa ketika mulai menjejakan kaki di dunia kerja. Tiba-tiba saya merasa melow. Mengingat dulu jatuh bangun (yaelah lebay banget) mencari berita untuk sebuah media cetak harian nasional. 

Menghadapi tekanan deadline dan tuntutan redaktur untuk mengasilkan informasi yang layak untuk dibagi kepada pembaca koran kami. Memposisikan diri sebagai orang yang paham peta perpolitikan nasional ketika ditempatkan di desk politik atau orang yang tahu potret industri tambang dan migas ketika diharuskan meliput desk energi dan sebagainya.

Masa-masa yang diwarnai beraneka mimpi dan harapan. Ingin punya ini, ingin punya itu. Ingin bisa ini, bisa itu. Merasakan ini, mengalami itu. Lucunya, saat ini sebagain sudah terwujud, sebagaian masih mengambang (hik.. hiks.. hiks..).

Masa saat mencari jati diri, diwarnai kisah percintaan yang datang silih berganti (ishhh...). Naksir si A, A-nya gebet si B. Dideketin si C, tapi saya mau-nya sama si D. Hihi.. nulis ini jadi senyum-senyum sendiri. Inget sakitnya waktu patah hati dan indahnya saat jatuhnya cinta. (Hehe..)   

Dengar lagu ini juga membuat saya merindukan kamar kontrakan saya. Walaupun terletak di pemukiman kampung sempit, tapi kamar saya itu nyaman banget. Kamar tempat saya mencurahkan segala keluh kesah, tempat kontemplasi, mencari inspirasi dan menyusun strategi untuk meraih mimpi. Bahkan tempat saya dan pak gentur memulai hidup kami bersama.

Ok, segini dulu deh mengenang romantisme masa lalu. Nanti ga mulai-mulai kerja deh. Kita lanjut pada kesempatan yang berikutnya yah. Hehe..

No comments:

Post a Comment