Thursday, November 13, 2008

Aisa si Angsa

Aisa adalah angsa remaja yang tengah beranjak dewasa. Ia tidak memiliki bulu cantik, pun tidak juga dikatakan buruk rupa. Aisa punya banyak teman. Mereka bilang ia menyenangkan dan selalu ingin membantu kawan. Namun aisa juga punya banyak kekurangan.

Tak heran, tidak sedikit juga yang enggan untuk berkawan. Mereka bilang ia pemarah, suka menyepelekan kemampuan teman serta berbagai kekurangan lainnya. Kadang karena kekurangan-kekurangan itu, meski ia ingin berbuat baik malah justru dipandang negatif. Tapi Aisa tidak mau ambil pusing. Ia tetap ceria menjalani hari. Terutama untuk mengejar semua mimpi.

Konon kabarnya ada sebuah danua yang indah di negeri nun jauh disana. Airnya tenang, jernih dan berkilau ditimpa sinar mentari kala pagi tiba. Angsa-angsa disana juga ramah-ramah dan begitu terbuka kepada siapa saja. Namun yang paling menggiurkan adalah ketika teman aisa yang pernah berkunjung kesana berkata, di danau itu ia bisa meraup berjuta pengalaman yang akan menuntunya menuju masa depan cemerlang. Berkunjung ke negeri itu, menjadi mimpi aisa saat ini.

Namun sayang, untuk menggapai itu bukan perkara mudah. Banyak yang harus aisa persiapkan luar dan dalam. Mengorbankan apapun juga, demi meraih kehidupan yang lebih baik. Sementara tak jarang teman-teman aisa mengingatkan, bahwa di danau yang ia diami saat ini pun kehidupan lebih baik bisa diwujudkan.

Aisa bingung. Ia gamang. Tak tau harus berbuat apa. Disatu sisi, mimpi menikmati hidup di danau indah itu kian menyesakan diri. Namun disisi lain, ia menyadari beragam keterbatasan yang berdiri bagai tembok kokoh dihadapanya. Berjuta keraguan bergumul hebat di kepala. Haruskah ia menyerah dan fokus pada hidupnya sekarang atau tetap mengejar mimpi meski harus berjalan pelan.

Memang apa yang teman-teman aisa katakan, ada benarnya juga. Hidup aisa, tidak terlalu buruk. Bahkan kerap kali ia lebih beruntung. Misalnya di tempatnya saat ini, aisa relatif mudah mencari makanan dengan ikan-ikan kaya gizi sehingga ia bisa tumbuh sehat dan bulu-bulunya pun mulai terlihat lebih indah.

Karena terus belajar menguatkan sayap-sayapnya, dan tentu dengan sedikit keberuntungan karena arah angin yang mendukung, aisa juga pernah berkunjung ke negeri indah nun jauh disana. Sesuatu paling membahagiakan bagi angsa betina yang selalu punya semangat itu. Namun sayang, hal tersebut hanya sekejap saja. Dan kini, keinginan untuk mengulang keberuntungan itu selalu menghantui tidur aisa.

Kegamangan terus mewarnai hidup Aisa. Benarkah, mimpinya itu terlalu mustahil untuk diwujudkan. Jika tidak, sampai kapan ia bertahan mengumpulkan keping demi keping harapan. Toh sekeras apapun ia berusaha, tetap saja Aisa tak mampu mengepakan sayap sekuat-kuatnya untuk meraih segala cita. Dan kini, Aisa patah arang.

No comments:

Post a Comment