Monday, May 7, 2007

Tentang bertahan hidup

sebuah pesan singkat (tepatnya puisi singkat) masuk di inbox friendster saya beberapa waktu lalu. Dari seorang teman, yang sama sekali saya tidak ketahui identitasnya. Melalui profil friendster yang ia miliki, saya hanya mengetahui bahwa ternyata kita satu kantor. Tapi karena dia belum juga mau memberitahu identitas yang sebenarnya, maka saya pun kurang menanggapi dengan baik pesan-pesan yang ia kirim (hmmm..., jeleknya saya)
Maka masuklah puisi singkat ini ;



BERTAHAN HIDUP


Coba untuk ulangi apa yang terjadi
Harap 'kan datang lagi
Semua yang pernah terlalui
Bersama alam menempuh malam
Walau tak pernah ada kesempatan
Terjebak dalam jerat mengikat
Namun tekad nyatakan bebas

Temukan diri di dalam dunia
Tak terkira...
Semua mati dan menghilang
Terlalu pagi temukan arti

Jalan panjang semakin lapang
Hanya dahan kering yang terpanggang
Tak ada teman telah terpencar
Namun waktu terus berputar
Peduli apa terjadi
Terus berlari tak terhenti
Untuk raih harapan
Di dalam tangis atau tawa

Temukan diri di dalam dunia tak terkira
Tak berarti tak akan pasti
Terlalu gelap...pergilah pulang

>>>>>>

mungkin itu cocok untuk suatu ungkapan
" Bertahan Hidup "





itu tulisnya

No comments:

Post a Comment