“Unfortunately we regret to inform you that we cannot process your application due to the reason that you did not meet either academic requirements or other standards as set by the scholarship programme…”
Hmm.. entah berapa kali saya menerima email penolakan seperti ini. Padahal sama seperti usaha -usaha sebelumnya, usaha saya kali ini sudah sepenuh hati. Tapi masih saja berbuah penolakan. Bahkan untuk usaha kemarin, saya sampai mengorbankan waktu lebaran bersama keluarga juga meninggalkan suami yang saat itu tengah berduka karena ditinggal Bunda. Uuuppmff… harus seperti apa lagi yah saya berusaha?
Memang saya sangat lemah untuk salah satu item persyaratan, B. Inggris. Tidak memenuhi standarisasi mereka. Tapi jika saya sedikit boleh sombong, saya pikir di beberapa item persyaratan lainnya sudah cukup memenuhi. Huh.. memang tidak boleh ya, sedikit saja melonggarkan persyaratan yang ada?
Saya sudah mencoba segala cara untuk memperbaiki bahasa inggris saya. Tapi kok, rasanya masih saja jauh dari harapan. Apa saya yang memang bodoh? Atau metode belajar yang salah? Atau mimpi saya yang terlalu tinggi hingga sulit untuk diraih?
Kecewa, sedih dan merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa. Hmm.. lalu sampai berapa kali yah, saya harus mencoba? Tuhan, mohon untuk dijawab segera.
"Setelah membaca dan mempelajari substansi yang diuraikan di dalamnya, akhirnya kami menilai ARTIKEL / CERPEN tersebut tidak dapat dimuat di harian Kompas."
ReplyDeletehuhu entah berapa kali gw nerima email kayak gitu, dan baru satuuu doank yg bisa dimuat..
saking seringnya ditolak, gw begitu takutnya utk berharap buku gw diterima Gramedia. dan ternyata gw salah besar! I made it!
sekarang, suami gw tercinta akan selalu bilang, "Mimpi jangan nanggung-nanggung, someday kamu harus dapat Nobel.." huhuhuhu.
ayo bermimpi dan mewujudkannya, Meita!
haha... dasaaarrrr... kok lo nemu ajah sih tulisan ini. gw kesel, sebel, sedih, tapi bingung mo nyalurinnya pake apa. kalo curhat ama si kutumbaba, pasti dibilang ga pernah bersyukur, maunya minta lebih, bla..bla...bla...
ReplyDeletehmm... tapi kayanya gw bener2 nyerah dah bo. mo fokus ngurus si babybalabala, bapaknya ama kerja ajah. itu ajah pasti udah nguras semua daya dan upaya gw, haha... lebay yak...
eniwey, thanks for the suggest.. =')
salam kenal...
ReplyDeletebarusan mau bikin blog (lagi) di blogspot pake nama bertahanhidup, katanya udah ada yang make. taunya ini pelakunya. *keseeel...*
=P
pas baca-baca, taunya jarang diupdate pulaak. *nambah keseeel..*
=P
hehehe...
mbak, silahkan mampir di blog saya. kalo bisa kasih komen, saya bakalan seneng banget. =D
jarang-jarang ada jurnalis beneran yang komen di blog saya.*curhat*
nb: Tuhan gak pernah ninggalin hambaNya koq.. =)